Minggu, 04 Oktober 2009

Konflik Etnis

Berikut ini adalah arti dari Konflik Etnis yang di dapat dari Internet dengan memasukan kata kunci “Konflik Etnis adalah” dan sumber-sumber lain, diantaranya:
- Konflik etnis: adalah perselisihan politik, ekonomi, sosial, budaya atau wilayah antara dua atau lebih kelompok etnis.
- Konflik etnis adalah konflik terkait dengan permasalahan-permasalahan mendesak mengenai politik, ekonomi, sosial, budaya, dan teritorial antara dua komunitas etnis atau lebih.
- konflik etnis adalah konflik terkait denan permasalahan-permasalahan mendesak mengenai politik, ekonomi, sosial, budaya, dan teritorial antara dua komunitas etnis atau lebih.
Pengertian-pengertian diatas merupakan sebagian kecil dari pengertian konflik etnis yang sebenarnya. Secara garis besar konflik etnis merupakan konflik yang menjadi turunan dari konflik sosial. Namun, konflik sosial ini dikatakan sebagai konflik etnis apabila terjadi didalam suatu negara dan terjadi dalam suatu kelompok masyarakat.

Untuk melihat dan menelaah bagaimana konflik etnis dapat terjadi, atau bagian apa yang harus dibenahi dapat menggunakan pendekatan-pendekatan sebagai berikut:
1. Freedom (Bebas)
2. Human right
3. Social context (masyarakat)

Freedom
Dalam artian singkat freedom merupakan kebebasan yang dimiliki oleh seorang individu. Mereka dapat memilih apa yang dapat mereka kerjaan dan tidak mereka kerjakan, kebebasan ini dipergunakan untuk dapat mengatualisasikan diri mereka masing-masing. Dengan adanya freedom yang dimiliki oleh masing-masing orang di dalam masyarakat maka freedom sangat berkaitan erat dengan human right. Beberapa pertanyaan akan muncul mengapa terdapat hubungan antara human right dengan freedom. Analoginya adalah apabila seseorang akan mendapatkan kebebasannya sedangakan kebebasaan yang ada sudah tidak ada lagi, maka ia akan mengambil sebagaian dari kebebasan yang menjadi hak orang lain untuk mendapatkan kebebasan yang dia inginkan.

Dengan menggunakan pemahaman teori konflik untuk memandang hubungan freedom dengan human right, adalah semakin tinggi freedom yang dimiliki oleh seseorang maka akan semakin rendah human right yang dimiliki oleh orang-orang yang berada disekelilingnya, begitu juga sebaliknya. Berbeda dengan teori konvensional yang mengatakan apabila freedom semakin tinggi maka semakin tinggi pula human right yang dimiliki. Sehingga apabila menggunakan teori konflik dapat disimpulkan bahwa human right bukan miliki dari perseorangan saja melainkan bersifat komunal (kolektivistik).

Freedom dan human right dapat menjadi sentral dari bahasan masalah yang ada, seperti:
1. Right based morality
2. Culture
3. Duties
4. Peran sosial

Human right terdiri dari:
1. General
2. Abstrak
3. Konteks

Jadi apabila disimpulkan, konflik etnis merupakan bagian dari konflik sosial, yang mana subjek dari pembahasannya adalah masyarakat. Suatu konflik dapat terjadi dapat dilihat dari aspek freedom, human right, social context. Hal ini saling berhubungan satu dengan yang lain, social context merupakan suatu hal yang mengatakan bahwa tidak adanya freedom yang benar terjadi, karena orang akan hidup dalam suatu hal yang namanya social context.


-dhanielsimamora

Tidak ada komentar: