Minggu, 04 Oktober 2009

Polisi Modern

Meningkatnya angka kejahatan dan gangguan ketertiban umum serta adanya tingkah laku yang melanggar norma hukum seperti mabuk-mabukan yang di buat oleh disebutkan oleh kaum elit dan mereka menilai perlunya dibentuk suatu pranata pengendalian sosial yang resmi, maka dari itu Polisi dibuat sebagai pranata pengendalian sosial yang resmi mengurusi hal-hal yang dianggap oleh kaum politik tidak sesuai dengan mereka. Kaum elit membentuk polisi sebagai alat mereka untuk menidak orang yang tidak berasal dari kalangannya dan melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan kehendaknya. Fungsi polisi pada masa dulu sebelum dibentuknya pranata pengendalian sosial yang resmi adalah sebagai pengaman raja. Mereka digunakan untuk melindungi raja dari berbagai masalah perang ataupun dengan kata lain untuk menjamin keselamatannya. Fungsi tersebut sudah tidak dapat digunakan kembali karena kaum elit yang membentuknya untuk mengendalikan kehidupan sosial.

Polisi modern adalah bagian dari struktur birokrasi dengan segala konsekuensinya (Satjipto Rahardjo, 1998). Polisi modern merupakan suatu bentukan baru dari pranata pengendalian sosial dan meninggalkan fungsi-fungsi yang sudah lama dan mengembalikan fungsi pengendalian tersebut ketangan polisi bukan lagi di tangan rakyat. Polisi masa lalu adalah “polisi total” atau pemolisian total, oleh karena itu masih menyatu dengan masyarakat. Polisi modern mempunyai hubungan yang erat terhadap masyarakat, namun dengan perkembangan industrialisasi dan teknologi membuat kedekatan yang dimiliki oleh polisi sebelumnya menjadi jauh. Selain itu, polisi modern memiliki karakter yang tajam dalam menangani kasus sosial.

Sejarah berdirinya polisi modern memiliki kaitan dengan lahirnya polisi kota London tahun 1829 dan juga ada kaitanya dengan nama Sir Robert Peel. Berdirinya polisi kota London tidak jauh berbeda dengan beririnya polisi modern, karena polisi kota London ada pada saat ambruknya system kemasyarakatan abad ke-19 oleh karena tidak mampu lagi melakukan kontrol sosial terhadap kota London yang menjadi kota industri. Pada dasarnya Penegakan hukum memberikan tanggung jawab bagi pemelihara kontrol sosial. Tanggung jawab yang diberikan tersebut meliputi:
1. Preventing
2. Detecting
3. Arresting
Semakin besar represif yang dilakukan oleh penegakan hukum maka semakin kecil tingkat keberhasilan dari penegakan hukum menjalankan tanggung jawabnya.

Kepolisian yang diberikan tanggung jawab untuk mengurangi kejahatan, menangani kejahatan ini memiliki era dalam tindakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Era ini terjadi karena pada saat tersebut fungsi dari pihak kepolisian memiliki cirri yang khas dengan kondisi yang ada pada saat itu. Ada banyak era tindakan kepolisian, namun ada tiga bagian besar dalam era tindakan kepolisian, yaitu:
1. Era politik
Dalam era politik ada beberapa tindakan kepolisian yang khas, antara lain:
- Ikatan yang kuat antara Polisi dan Politisi.
Sehingga terjadinya kontrol yang kuat dari politisi dan tidak adanya profesionalitas dari kerja kepolisian karena kaum elit (dalam hal ini adalah politisi) selalu menginginkan hal-hal yang sesuai dengan tingkah laku mereka.
- Berfungsi sebagai watchman – menjaga agar klas-klas yang menyebabkan kerusuhan tetap dalam pengawasan.
Kelas-kelas yang menyebabkan kerusuhan adalah kelas yang ada dibawah dan politisi menginginkan mereka selalu di awasi agar tidak mengganggu mereka.
- Diskresi Polisi yang sangat luas

2. Era Profesional
Pergerakan reformasi secara progresif
Dua Tujuan Utama
- Memotong hubungan antara Polisi dan Politisi
- Membuat Polisi lebih profesional dan meningkatkan pelayanan bagi kelompok miskin
Elemen-elemen kebijakan profesional
1. Kesatuan Polisi harus terpisah dari Politik
2. Petugas harus terlatih, disiplin dan terorganisasi secara ketat
3. Hukum harus ditegakkan secara adil
4. Kesatuan Polisi harus menggunakan teknologi baru
5. Prsosedur penerimaan personel harus berdasarkan kemapuan
6. Tugas utama dari tindakan kepolisian adalah memberantas kejahatan

3. Era Komunitas
- Pemecahan masalah adalah tugas yang paling baik dilakukan di tingkat ketetanggaan
- Lingkup kerja lokal Polisi bersama penduduk adalah tim pemecahan masalah yang terbaik
- Broken windows thesis

Misi dari Kepolisian, antara lain:
• Semua Kepolisian harus memiliki Pernyataan Misi.
• Pernyataan Misi pada umumnya menentukan tujuan dari eksistensinya.
• Pernyataan Misi adalah deklarasi tertulis atau Tujuan.
• Pernyataan Misi menjelaskan bagaimana agensi akan mencapai tujuannya.
• Pernyataan Misi akan menjelaskan fokus Kepolosian apakah pada “crime fighting or identifying problems” Pernyataan Misi dikembangkan dengan persetujuan perwakilan masyarakat.
• Masyarakat dapat mengenali jenis pelayanan yang diharapkan dari masyarakat.
• Mengembangkan Pernyataan Misi yang mencerminkan komitmen agensi pada masyarakat menjadi sanat berarti dan positif serta menciptakan Kepolisian yang lebih efektif.

Tugas Kepolisian berlawanan dengan service
• Dapatkah Kepolisian menjadi proactive atau reactive
- Kepolisian pada umumnya dibagi menjadi dua isu ini.
• Setiap Kepolisian memiliki petugas yang siap atau reaktif terhadap kejadian pelanggaran atau kejahatan (911 calls)
• Kepolisian melihat “community –policing” sebagai tugas serupa dengan dari pekerja sosial.
• Petugas akan selalu meneruskan tugasnya menegakkan hukum (menangkap penjahat).
• Kepolisian melanjutkan fokusnya pada kejahatan-kejahatan biasa seperti pencurian, penodongan, perampokan dan penyerangan, dan kejahatan yang ditargetkan menyumbang ke arah negative police-community relations.
• Bagaimanapun Kepolisian gagal untuk menginvestigasi pengusaha karena kecurangan pembayaran pajaknya, monopoli harga, dan sebagainya (WCC).
• Kepolisian cenderung konsentrasi pada fokus pada orang miskin tuna wisma, pedagang asongan, pedagang kaki lima.

Pengertian Polisi antara lain:
• Secara tradisional, polisi adalah kelompok yang sangat homogen:
- Laki-laki, tingkat pendidikan relatif tinggi, memilki latar belakang militer.
• Masa kini, petugas polisi menjadi kelompok yang lebih heterogen :
- Kepolisian memilki lebih banyak petugas polisi perempuan dan minoritas.
- Pendidikan relatif lebih tinggi.
- Memiliki sedikit pengalaman militer.
- Polisi juga tertarik untuk membantu masyarakat seperti juga menegakkan hukum dan ketertiban.
- Perubahan-perubanan tertentu dalam kepolisian adalah bersifat mendasar bagi filosofi community policing.
- Semakin tinggi pendidikan petugas polisi semakin mereka dibekali kemapuan untuk menyelesaikan masalah-masalah komunitas.

-dhanielsimamora

Tidak ada komentar: